Berita  

Etos Kerja di Kalangan Masyarakat Aceh

Ketika Tambo dan Jingki Tak Lagi Berfungsi di Aceh

OLEH T.A.SAKTI, peminat manuskrip dan sastra Aceh, melaporkan dari Bale Tambeh, Tanjung Selamat, Aceh Besar

Etos berarti sikap, kehendak, kebiasaan, watak, cara berbuat, dan perhatian.

Jadi, etos adalah suatu karakter yang sudah mendarah daging atau dalam istilah Aceh disebut “jaban droe” (watak diri).

Adapun etos kerja bermakna sikap lahir batin terhadap pekerjaan apa saja yang dilakukan.

Menyimak sokongan budaya Aceh terhadap kerja yang sangat positif, maka kita boleh beranggapan bahwa etos kerja orang Aceh cukup baik.

Timbul pertanyaan, apakah sifat yang positif ini terjelma dalam kenyataan hidup sehari-hari? Memang benar, walaupun terkadang bisa muncul suasana pasang naik atau pasang surutnya.

Akibat tantangan yang bertubi-tubi yang tak sanggup diatasi, mulai dari sinilah berkecambahnya sifat malas pada seseorang.

Bila kemalasan ini terus berkembang terlalu lama, ia mampu mengubah watak seseorang menjadi berkarakter malas alias “beretos malas”.

Kenyataan beginilah yang akhirnya menelurkan peribahasa: Tajak u gle dicok le rimueng, tajak u krueng dikap le buya.

Baca juga: Gubernur Nova Harapkan BPPA Tingkatkan Etos Kerja

Baca juga: Gubernur Aceh Minta Idul Fitri Jadi Momentum Tingkatkan Etos Kerja

Tajak u laot disyok le paroe, taduek di nanggroe hana hareuga.



#Etos #Kerja #Kalangan #Masyarakat #Aceh

Sumber : aceh.tribunnews.com