Berita  

BKSDA Selamatkan Orangutan di Aceh Timur

BKSDA Selamatkan Orangutan di Aceh Timur

LHOKSEUMAWE – BKSDA Aceh melalui tim Resort KSDA Wilayah 3 Langsa -Seksi Konservasi Wilayah I Lhokseumawe bersama tim medis HOCRU-OIC melakukan penyelamatan terhadap Orangutan Sumatera, yang terjebak di perkebunan PTPN I Gampong Perkebunan Julok Rayeuk Utara, Kecamatan Indra Makmur, Aceh Timur.

Kepala BKSDA Aceh, Agus Arianto SHut menjelaskan, penyelamatan ini dimulai dari adanya laporan masyarakat setempat pada Minggu (15/5/2022l) sore.

Di mana pihaknya menerima adanya orangutan yang terjebak.

Maka, pada Senin (14/5/2022) pagi, tim BKSDA Aceh melalui tim Resort KSDA Wilayah 3 Langsa-Seksi Konservasi Wilayah I Lhokseumawe bersama tim medis HOCRU-OIC menuju lokasi untuk melakukan penyelamatan orangutan Sumatera.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis yang dilakukan oleh tim di lapangan, diketahui orangutan tersebut dalam keadaan sehat, berjenis kelamin jantan, berusia sekitar 24 tahun, dengan berat badan 35 kg dan pemeriksaan rapid antigen sars cov 19 (negatif).

Dari hasil pemerikasaan medis tersebut, tim memutuskan untuk segera dilakukan proses translokasi/dilepasliarkan kembali ke habiat alaminya.

“Selanjutnya, pelepasliaran dilakukan pada Senin sore di kawasan Hutan Lindung Gampong Pante Jeumpa, Kecamatan Bandar Pusaka, Aceh Tamiang,” ungkap Agus Arianto.

Baca juga: BKSDA Aceh Lumpuhkan Orangutan dengan Bius dan Evakuasi ke Hutan Jantho, Kerap Merusak Tanaman Warga

Baca juga: BKSDA Evakuasi Dua Orangutan di Nagan Raya, Ditemukan Bekas Tembakan Senapan Angin

Untuk diketahui, Orangutan Sumatera (Pongo abelii) merupakan salah satu jenis satwa liar dilindungi di Indonesia berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar yang Dilindungi.

Berdasarkan The IUCN Red List of Threatened Species, satwa yang hanya ditemukan di Pulau Sumatera ini berstatus Critically Endangered atau spesies yang terancam kritis, beresiko tinggi untuk punah di alam liar.

Pada kesempatan itu, BKSDA Aceh menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian alam khususnya satwa liar orangutan Sumatera dengan cara tidak merusak hutan yang merupakan habitat berbagai jenis satwa, serta tidak menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup ataupun mati.

Kemudian, tidak memasang jerat ataupun racun yang dapat menyebabkan kematian satwa liar dilindungi yang dapat dikenakan sanksi pidana sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Di samping itu, beberapa aktivitas tersebut juga dapat menyebabkan konflik satwa liar khususnya orangutan Sumatera dengan manusia. (bah)

Baca juga: Bayi Orangutan akan Direhabilitasi di Sibolangit

Baca juga: Bayi Orangutan Sumatera Subulussalam Akan Direhabilitasi di Sibolangit, BKSDA: Meminimalisir Stres



#BKSDA #Selamatkan #Orangutan #Aceh #Timur

Sumber : aceh.tribunnews.com