Berita  

Kelapangan dalam Ibadah Puasa – Serambinews.com

Menanti dan Mengisi Lailatul Qadar

Oleh: Prof Dr Al Yasa’ Abubakar MA,Guru Besar UIN Ar-Raniry

Dalam Al-qur’an ditemukan pernyatana bahwa ibadah diturunkan Allah SWT bukan untuk menyusahkan, tapi untuk melapangkan.

Beban (kewajiban) yang diberikan Allah selalu dalam batas kemampuan seseorang untuk menunaikannya.

Kalau ada orang yang tidak mampu menunaikan sebuah ibadah (bukan karena malas), maka Allah dan Rasul memberikan jalan keluar, sehingga setiap orang mampu mengerjakannya (sesuai kemampuan dan kelapangannya).

Dalam shalat malam yang sebelum ini sudah dijelaskan, Rasulullah memberikan kelapangan dalam beberapa bentuk.

Pertama, waktu yang diperlukan untuk mengerjakannya boleh pendek dan boleh panjang.

Walaupun yang dianggap paling baik adalah yang tidak memberatkan, yang sanggup dilakukan dengan khusyuk (konsentrasi penuh).

Kedua, waktu yang disediakan relatif sangat lapang, mulai dari selesai shalat Isya sampai masuk waktu shalat Subuh.

Walaupun waktu utamanya adalah lewat tengah malam setelah didahului dengan tidur.

Baca juga: Shalat Tarawih dan Shalat Malam (2)

Baca juga: Shalat Tarawih dan Shalat Malam (3)

Ketiga, orang yang ingin membaca surat atau ayat tertentu atau membaca panjang, tetapi tidak menghafalnya oleh para ulama diberi izin untuk membacanya dari tulisan sambil memegang kertas/kitab.



#Kelapangan #dalam #Ibadah #Puasa #Serambinewscom

Sumber : aceh.tribunnews.com